Izin Mudah, Nelayan Semringah.

by -128 views
Penulis : Sirajuddin, S.Sos (Wartawan Harian Fajar).
Penulis : Sirajuddin, S.Sos (Wartawan Harian Fajar).

Humas.sinjaikab.go.id– Pemkab Sinjai menghadirkan inovasi perizinan kelautan dan perikanan. Cukup 15 menit izin yang diurus nelayan langsung terbit.

Hal tersebut tentu membuat nelayan senang. Mereka tak perlu bolak-balik seperti dahulu untuk mengurus izin admnirasi. Kini semua lebih cepat dan mudah. Langsung jadi pula.

Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa mengatakan, program inovasi pelayanan publik yang diluncurkan 19 Desember 2018 ini merupakan pertama kali di Indonesia pada level Kabupaten/Kota. Itu setelah izin perikanan telah menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Menurut Seto, gagasan ini muncul saat dirinya masih melakukan kampanye pada Pemilihan Kepala Daerah tahun 2018. Ketika itu, ia banyak menerima keluhan dari nelayan terkait sulitnya proses perizinan. Mereka harus mengeluarkan ongkos besar ketika mengurus izin perikanan di Makassar.

Belum lagi adanya calo yang kadang justru menyusahkan. “Banyak nelayan mengeluh karena izin harus diurus di provinsi, butuh biaya. Lalu, ketidakjelasan waktu penerbitan sehingga waktunya terbuang sia-sia,” ungkap putra mantan Bupati Sinjai, Andi Rudiyanto Asapa itu.

Saat itu, Seto langsung memutar otak untuk menghadirkan layanan yang lebih memudahkan. Berkepastian dan tanpa merepotkan para nelayan.

Bag gayung bersambut. Pemprov Sulsel merespons baik untuk mendekatkan pelayanan perizinan. Cukup di daerah, semua beres. Paling penting tidak melanggar ketentuan hukum

“Sebenarnya nelayan bisa mengurus sendiri izinnya melalui aplikasi online (daring), tetapi mereka kesulitan, jadi kami menjembatani melalui gerai dan Sinjai satu-satunya di Indonesia yang mencoba melakukan inovasi ini,” terangnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu Sinjai, Andi Adeha Syamsuri menambahkan, inovasi perizinan tersebut memberikan dampak positif luar biasa. Terbukti, dari jumlah surat izin yang diterbitkan sejak 19 Desember 2018 hingga 20 Februari 2019 sudah ada189 izin.

Izin tersebut antara lain, 15 Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), ,157 Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), 15 Surat Izin Usaha Pengangkut Ikan (SIKPI), dan dua Bukti Pencatatan Kapal Perikanan (BPKP). Dari jumlah perizinan tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terkumpul sebesar Rp70,5 juta.

“Persentasenya cukup besar dibandingkan saat nelayan harus ke Makassar, sekarang paling lama 15 menit sudah bisa terbit kalau tidak ada kendala jaringan, dan PAD-nya masuk ke provinsi karena itu kewenangannya, kita hanya menfasilitasi masyarakat,” paparnya.

Selain itu, Adeha menyebut jika petugas yang disiapkan telah dibekali oleh PTSP provinsi dan melayani selama 24 jam. Atas inovasi tersebut, Sinjai mendapat apresiasi dari Kementrian Kelautan dan Perikanan. Langkah tersebut dinilai sangat solutif.

“Ini sudah menjadi masalah nasional jadi kami mendapat apresiasi dari Kementrian. Dinas PTSP dari luar provinsi juga sudah banyak menghubungi kami terkait pola yang kami lakukan,” akunya.

Salah seorang nelayan Sinjai, Ansar mengaku senang dan berterima kasih atas hadirnya program tersebut. Ia dan nelayan lainnya mengaku sangat terbantu.

Para nelayan tak perlu jauh-jauh lagi ke Makassar untuk mengurus izin. Memudahkan dan sangat membantu. “Kami berterima kasih karena sudah dekat pelayanan. Hanya menunggu beberapa menit kita sudah memiliki izin. Beda dahulu harus berhari-hari baru terbit,” katanya. (sir)

Info Grafis
* 15 menit langsung beres
– Sebelum ada gerai
1. Nelayan harus ke Makassar terbitkan SIUP, SIPI, SIKPI, BPKP
2. Butuh biaya transportasi, akomodasi, dan konsumsi selama di Makassar
3. Waktu penerbitan tidak jelas.

– Setelah hadir gerai gerai
1. Nelayan terbitkan SIUP, SIPI, SIKPI, BPKP di Kompleks Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Sinjai.
2. Jauh lebih dekat dan cukup membayar biaya penerbitan izin.
3. Proses hanya butuh 15 menit saja.