Luar Biasa, Rumah Singgah Pasien Sinjai di Makassar tidak dipungut biaya.

by -329 views
Penulis : Ashari, S.Pt (Wartawan Paparassiindo)

Humas.sinjaikab.go.id-Sejak dilantik sebagai Kepala Daerah Kabupaten Sinjai periode 2018-2023 oleh Gubernur Sulawesi Selatan 26 September 2018 lalu, Bupati dan Wakil Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa dan Andi Kartini Ottong berupaya melakukan langkah percepatan pelaksanaan program pembangunan, penyelenggaraan pemerintahan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sinjai.

Andi Seto – Andi Kartini dengan Visi dan Misi ”Terwujudnya Masyarakat Sinjai yang Mandiri Berkeadilan dan Religius melalui Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berdaya Saing” menerapkan beberapa program unggulan, salah satunya Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Plus di sektor kesehatan yang meliputi pelayanan kesehatan gratis berbasis KTP/KK, pelayanan antar jemput pasien, pelayanan home care home visit, operasi katarak secara gratis, dan penyediaan rumah singgah pasien dan keluarga pasien.

Khusus penyediaan rumah singgah pasien dan keluarga pasien di Makassar, Pemerintah Kabupaten Sinjai menyiapkan tiga unit rumah dengan fasilitas dan tenaga medis sebagai wujud kepedulian. Hingga kini, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sinjai.

Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, Andi Suryanto Asapa mengatakan, rumah singgah yang diresmikan Bupati Sinjai sejak 12 November 2018 lalu, tercatat sudah 16 pasien yang telah menempati.

Ia menjelaskan, ke tiga rumah singgah tersebut beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan III Azisah Residen Blok A No. 5 (Antara), di Kompleks Wesabbe Blok C53 (Wesabbe), dan di Jalan Serigala No. 139 Makassar.

“Pemilihan lokasi rumah singgah ini kami nilai sangat strategis karena berdekatan dengan Rumah Sakit (RS) rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai,” kata Kadinkes yang akrab disapa dr. Dede saat ditemui Paparazzi di ruang kerjanya baru-baru ini.

Sebelum pasien dirujuk ke RS di Makassar, kata dr. Dede, petugas RSUD Sinjai mendatanya terlebih dahulu. “Kami data. Setelah itu, petugas di rumah singgah menyiapkan segala sesuatunya sebelum pasien tiba, termasuk kesiapan apakah pasien diterima di RS Wahidin, RS Awal Bros RS Unhas atau dimana,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pasien yang menggunakan fasilitas selama di rumah singgah merasa aman karena didampingi beberapa perawat, dan tanpa dipungut biaya. Termasuk dua orang keluarga tiap pasien yang menginap, makan dan minumnya ditanggung Pemkab Sinjai.

Ketika ditanya sumber pendanaan dan status rumah singgah ?. Mantan Kepala RSUD Sinjai yang juga sebagai Plt. Kadis Pendidikan ini mengatakan, seluruh anggarannya disiapkan oleh Dinas Kesehatan, termasuk sewa tempat, biaya petugas, transpor, dan makan minum.

“Rumah singgah ini masih kita kontrak. Setahun kedepan akan kami evaluasi, jika terlalu banyak pasien dan keuangan daerah mencukupi, maka Pemkab akan mencari lokasi yang tepat untuk dibeli sebagai aset daerah, jadi tidak perlu lagi menyewa,” jelasnya.

Sekarang kami terus berupaya meningkatkan pelayanan agar masyarakat bisa hidup sehat dan tidak mudah sakit. “Jadi pasien yang telah dirawat di RS dan pulang ke Sinjai, tetap kami pantau melalui program home care home visit,” tutupnya.

Untuk mengetahui lebih jelas, secara khusus Ka Biro Sinjai paparazziindo.com, Ashari melakukan kunjungan ke rumah singgah pasien dan keluarga pasien di Makassar, Selasa (19/2/2019).

Tim Public Safety Center (PSC) 119 Dinkes Sinjai, Andi Tenri yang ditemui bertugas di rumah singgah, Jalan Perintis Kemerdekaan III Azisah Residen Blok A No. 5 (Antara) Makassar menuturkan, sejauh ini sudah puluhan pasien yang telah mendapatkan pelayanan di rumah singgah Sinjai.

“Saat ini, ada tiga pasien yang kami rawat, salah satunya pasien anak atas nama Adnan yang akan dioperasi Jumat depan di RS rujukan. Sejak dirujuk dari Sinjai hingga berada disini kami beri pelayanan, mulai mengantar pasien kontrol di RS, sampai mendapatkan perawatan nginap di RS. Jadi kami bersama perawat disini terus mendampingi pasien sampai betul-betul sehat dan dianggap bisa pulang kembali ke Sinjai,” ungkapnya, Selasa (19/2/2019)

Sementara Hasma, keluarga pasien yang mendampingi cucunya mendapatkan perawatan, dan layanan rumah singgah gratis dari Pemkab Sinjai mengaku, apa yang dilakukan Bupati Sinjai ini sangat luar biasa dan sangat bersyukur sekali sebagai masyarakat kurang mampu.

“Alhamdulillah selama saya disini mendampingi Adnan yang kurang lebih 14 hari, kami diberi pelayanan yang sangat bagus. Tak ada sepersenpun biaya yang kami keluarkan. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Sinjai atas adanya rumah singgah pasien ini,” kata Hasma, warga Kelurahan Lappa Sinjai.