Ancaman Kebakaran Meningkat, Damkar Sinjai Minta Warga Tak Remehkan Api Sekecil Apa Pun
SINJAI – Ancaman kebakaran di Kabupaten Sinjai meningkat di tengah kemarau panjang. Dalam dua bulan terakhir, sekitar 30 kejadian dilaporkan, mulai dari kebakaran rumah warga hingga lahan.
Kebiasaan membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan menjadi perhatian serius karena dapat memicu api yang merambat ke area sekitarnya.
Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Sinjai, Tamzil Binawan, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di lokasi kebakaran di Desa Botolempangan, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, saat ini sebanyak 63 personel pemadam kebakaran disiagakan di tiga sektor pelayanan, yakni Sektor Kota, Sektor Barat, dan Sektor Selatan.
“Untuk personel, jumlahnya cukup. Permasalahan yang kita hadapi saat ini adalah kondisi kemarau panjang yang membuat potensi kebakaran semakin tinggi,” ujarnya.
Tamzil mengingatkan warga agar lebih waspada dan menghindari aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, terutama saat cuaca kering. Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi pembakaran sampah, pembuangan puntung rokok, kondisi instalasi listrik, serta penggunaan kompor yang harus diawasi.
Menurutnya, kebakaran lahan kerap bermula dari pembakaran sampah yang kemudian lepas kendali hingga menjalar ke lingkungan sekitar. Risiko tersebut juga menjadi perhatian menyusul peristiwa kebakaran lahan di wilayah Sinjai Borong.
“Banyak kebakaran lahan bermula dari pembakaran sampah, termasuk puntung rokok yang dibuang sembarangan. Karena itu, kami mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh sumber api sekecil apa pun,” tegasnya.
Di tengah upaya pencegahan, Tamzil mengakui bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar masih menjadi kendala dalam mendukung operasional armada pemadam kebakaran.
Meski begitu, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan komitmen petugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kendala kita adalah sulitnya mendapatkan BBM jenis solar, tetapi itu bukan menjadi penghambat. Kami tetap mendorong teman-teman untuk semangat bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain menangani kebakaran, personel Damkar juga menjalankan misi kemanusiaan lainnya. Selama musim kemarau, petugas turut membantu warga dengan menyalurkan air bagi petani yang membutuhkan pasokan untuk lahan persawahan yang mulai mengering.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi cuaca kering.
Tamzil berharap warga turut mengambil peran dalam mencegah kebakaran dengan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, langkah antisipasi sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian, baik terhadap tempat tinggal, lahan pertanian, maupun keselamatan jiwa.
“Jangan menunggu kebakaran terjadi baru kita waspada. Mari bersama-sama mencegahnya dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, juga telah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kemarau panjang. Ia meminta warga tidak membakar sampah sembarangan, menghindari kebiasaan membuang puntung rokok di sembarang tempat, serta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran. Jangan anggap remeh sumber api sekecil apa pun, karena kelalaian dapat membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda,” imbau Bupati.(Tim Humas)