Sekda Sinjai Ikuti Rakor Bapanas Terkait Pengamanan SPHP Jelang Ramadan dan Idul Fitri

23 Januari 2026
Humas Sinjai
Sekda Sinjai Ikuti Rakor Bapanas Terkait Pengamanan SPHP Jelang Ramadan dan Idul Fitri

SINJAI – Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digelar Badan Pangan Nasional (Bapanas), secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Kerja Sekda, Kamis (22/01/2026).

Rakor tersebut membahas langkah-langkah strategis dalam menjaga ketersediaan stok serta stabilitas harga pangan pokok, khususnya beras, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri. Dalam kesempatan itu, Bapanas menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengawasan distribusi SPHP agar tepat sasaran.

Sekda Sinjai menyampaikan bahwa pengamanan program SPHP menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan.

“Rapat koordinasi Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini membahas kesiapan masing-masing daerah menghadapi hari besar keagamaan secara nasional. Berdasarkan informasi yang kami terima dari Bapak Menteri Pertanian, stok pangan nasional saat ini mencukupi sesuai data yang telah dirampungkan oleh Kementerian Pertanian,” ujar Andi Jefrianto Asapa.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sinjai akan meningkatkan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan pangan di pasar.

“Kami akan meminta perangkat daerah terkait, yakni Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian, untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar dalam waktu dekat. Hasilnya akan dilaporkan secara berkala kepada Bapanas untuk dipantau secara nasional. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah daerah sesuai arahan Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas,” tegasnya.

Melalui rakor ini, diharapkan pelaksanaan program SPHP menjelang Ramadan dan Idul Fitri dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Selain itu, pengawasan juga diharapkan dapat mencegah peredaran pangan ilegal, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. (Tim Website)

Bagikan Berita