Selesaikan Masa PKL dan Magang, 13 Taruna PTDI-STTD Resmi Dilepas Sekda Sinjai

14 Januari 2026
Humas Sinjai
Selesaikan Masa PKL dan Magang, 13 Taruna PTDI-STTD Resmi Dilepas Sekda Sinjai

SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai secara resmi melepas 13 Taruna dan Taruni dari Politeknik Transportasi Darat Indonesia–Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD) Bekasi. Acara pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sinjai, Akbar, di Ruang Kerja Sekda pada Rabu (14/01/2026).

​Pelepasan ini menandai berakhirnya masa pengabdian lapangan para taruna yang telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan di Bumi Panrita Kitta.

Kepala Dinas Perhubungan Sinjai, Akbar, menjelaskan bahwa ke-13 taruna tersebut telah merampungkan dua fase pendidikan lapangan yang intensif. Tahap pertama dimulai dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada 22 September hingga 12 Desember 2025, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap Magang pada 15 Desember 2025 hingga berakhir pada 15 Januari 2026.

​Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para taruna selama masa pengabdian. Ia mengungkapkan bahwa program kerja sama antara Pemkab Sinjai dan PTDI-STTD ini telah berjalan rutin selama beberapa tahun dan memberikan dampak positif yang nyata bagi daerah.

"Selama di Sinjai, para taruna ditugaskan menyusun berbagai dokumen teknis yang krusial, mulai dari dokumen transportasi jalan raya, dokumen keselamatan pengguna jalan, hingga pengolahan data teknis lainnya. Kehadiran mereka sangat membantu kami dalam melakukan kajian yang lebih mendalam," jelas Andi Jefrianto.

​Hal menarik lainnya yang diungkapkan Sekda adalah keterlibatan intelektual para taruna terhadap isu transportasi lokal. Tercatat, sejumlah persoalan transportasi di Kabupaten Sinjai diangkat menjadi tema skripsi atau tugas akhir mereka.

​Pemerintah Kabupaten Sinjai berencana menjadikan hasil kajian skripsi tersebut sebagai referensi resmi dalam mengambil langkah kebijakan.

"Hasil kajian ini nantinya akan kami gunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan di bidang perhubungan di masa mendatang," tambahnya.

​Lebih lanjut, Andi Jefrianto mengungkapkan rasa bangganya karena mayoritas dari 13 taruna tersebut merupakan putra-putri asli daerah Sinjai. Menurutnya, hal ini menjadi nilai tambah karena mereka berkesempatan membangun tanah kelahiran dengan ilmu spesialisasi yang mereka miliki.

​"Kami berharap ilmu yang didapatkan selama di lapangan menjadi bekal berharga saat mereka terjun ke dunia kerja profesional nantinya. Kami bangga mereka kembali untuk memberi kontribusi nyata bagi Kabupaten Sinjai," pungkasnya. (Tim Website)

Bagikan Berita