Asisten III Setdakab Sinjai Hadiri Pelantikan Dewan Hakim MTQ Ke-44

03 Februari 2026
Humas Sinjai
Asisten III Setdakab Sinjai Hadiri Pelantikan Dewan Hakim MTQ Ke-44

SINJAI – Menjelang perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-44 tingkat Kabupaten Sinjai tahun 2026, jajaran Pengawas Dewan Hakim, Dewan Hakim, dan Panitera secara resmi dilantik. 

Prosesi pengambilan sumpah ini berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Selasa (03/02/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai, A. Ariany Djalil, yang mewakili Bupati Sinjai. Adapun prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, H. Faried Wajedi.

​Dalam sambutannya, A. Ariany Djalil menekankan bahwa tugas sebagai dewan hakim dan panitera bukanlah sekadar formalitas, melainkan amanah besar yang menuntut tanggung jawab moral kepada Tuhan dan masyarakat.

"Tugas Dewan Hakim maupun Panitera sungguh tidak ringan. Ini adalah tugas yang menuntut tanggung jawab hati nurani. Karena keputusan Dewan Hakim bersifat final dan tidak dapat digugat, maka diperlukan kecermatan, kejujuran, dan objektivitas yang tinggi dalam menentukan nilai," tegas A. Ariany.

Ia juga mengingatkan agar seluruh hakim dan panitera tetap independen dan membentengi diri dari segala bentuk intervensi maupun godaan yang dapat mencederai sportivitas perlombaan.

​Lebih lanjut, A. Ariany menyoroti pentingnya kode etik dalam menjaga kemurnian MTQ. Ia melarang keras adanya pemberian dalam bentuk apa pun kepada tim penilai yang berkaitan dengan penentuan juara.

​"Sesuai kode etik, hakim MTQ tidak dibenarkan menerima pemberian apa pun sebagai ungkapan terima kasih yang berkaitan dengan kepentingan kejuaraan. Saya meminta Saudara-saudara konsisten berpegang pada pedoman perhakiman dan mengesampingkan faktor luar yang mempengaruhi kemurnian penilaian," harapnya.

Ia juga menaruh harapan besar kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) sebagai instansi kompeten untuk terus meningkatkan kualitas sistem penilaian dari tahun ke tahun.

​Kepada para peserta dari 9 kecamatan yang akan bertanding, A. Ariany berpesan agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Menurutnya, mengejar predikat juara dengan cara yang tidak elegan justru menyimpang dari tujuan mulia MTQ.

"Prestasi dan kejuaraan bukanlah segalanya. Jangan sampai menempuh cara-cara yang tidak elegan hanya demi kebanggaan juara. Dewan Hakim dan Panitera bertanggung jawab untuk 'mengawal' kemurnian tujuan MTQ ini agar menjadi amal ibadah bagi kita semua," tutupnya.

​Pelaksanaan MTQ ke-44 tingkat Kabupaten Sinjai tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum peningkatan kualitas syiar Islam di Bumi Panrita Kitta, dengan standar penyelenggaraan yang jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. (Tim Website)

Bagikan Berita