Bupati Sinjai Ingatkan Ancaman Karhutla, Kesadaran Warga Jadi Kunci Pencegahan
SINJAI – Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah cuaca panas ekstrem yang membuat vegetasi dan lahan kering mudah terbakar.
Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok di sembarang tempat, maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.
Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya kebakaran lahan di dua lokasi di Kabupaten Sinjai pada Selasa (20/10/2026) kemarin, yakni di Lingkungan Barang I, Kelurahan Lamatti Riattang, Kecamatan Bulupoddo, serta di Dusun Bonto Sunggu, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat.
“Kewaspadaan dan kehati-hatian harus terus kita tingkatkan, apalagi dalam kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang ini. Apa saja mudah terbakar, terlebih jika ada pemicu, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau tidak memperhatikan keamanan jaringan listrik,” ujar Ratnawati, Rabu (21/10/2026)
Menurutnya, pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu api menjadi langkah penting untuk menekan risiko kebakaran, terutama di wilayah yang jauh dari jangkauan petugas.
Ratnawati juga mengingatkan bahwa kondisi geografis dan jarak tempuh menuju lokasi kebakaran menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan. Karena itu, masyarakat diharapkan segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.
Saat ini, personel pemadam kebakaran Kabupaten Sinjai disiagakan pada tiga sektor pelayanan, yakni Sektor Kota, Sektor Barat, dan Sektor Selatan, dengan total 63 personel. Namun, keterbatasan jumlah personel dan luasnya wilayah pelayanan masih menjadi tantangan dalam menjangkau seluruh lokasi secara optimal.
Ia menegaskan, peran masyarakat sangat dibutuhkan, baik dalam upaya pencegahan maupun penanganan awal kebakaran. Warga yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian dapat menjadi pihak pertama yang memberikan informasi dan membantu upaya penanganan secara aman sebelum petugas tiba.
“Karena itu, saya mengimbau kita semua untuk menjaga solidaritas dan semangat gotong royong. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus terjadi,” tegasnya.
Dalam dua kejadian karhutla tersebut, api berhasil dipadamkan melalui kerja sama aparat desa, pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, masyarakat setempat, serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tangka.
Pemkab Sinjai mengajak masyarakat menjadikan kewaspadaan sebagai tanggung jawab bersama, dengan menghindari pembakaran terbuka, memastikan keamanan sumber-sumber yang berpotensi memicu api, serta segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.(Tim Humas)