Dinkes Sinjai Perkuat Persiapan Kesehatan Jemaah Haji 2027

Dinkes Sinjai Perkuat Persiapan Kesehatan Jemaah Haji 2027

SINJAI - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai, dr. Kahar Anies menekankan pentingnya deteksi dini dan pengendalian penyakit dalam mempersiapkan kesehatan calon jemaah haji. Langkah ini menjadi perhatian setelah hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan hipertensi dan sejumlah gangguan kardiovaskular masih banyak ditemukan pada calon jemaah haji.

Hal tersebut disampaikan saat membahas hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kesehatan Haji Kabupaten Sinjai Tahun 2026 yang digelar  di Aula Dinkes Sinjai, Senin (28/9/2026) kemari . 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lima penyakit yang paling banyak ditemukan pada calon jemaah haji yakni hipertensi primer, cardiomegaly (pembesaran jantung), hipercolesterolemia, hypertensive heart disease, dan cystitis.

dr. Kahar mengatakan, temuan tersebut perlu menjadi perhatian dalam pembinaan kesehatan calon jemaah haji. Pasalnya, selama menjalankan ibadah haji, jemaah akan menghadapi aktivitas fisik yang tinggi, perubahan suhu dan lingkungan, perjalanan panjang, hingga perubahan pola istirahat dan makan.

"Data tersebut menunjukkan bahwa hipertensi dan gangguan kardiovaskular masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian," jelasnya.

Menurutnya,  hasil evaluasi kesehatan jemaah haji tahun 2026 akan menjadi bahan untuk memperkuat pelayanan dan pembinaan calon jemaah haji yang akan diberangkatkan pada 2027.

Sejumlah langkah yang perlu diperkuat di antaranya deteksi dini penyakit, pengendalian faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol dan obesitas, serta pemantauan jemaah dengan penyakit kronis melalui Puskesmas dan Rumah Sakit.

"Pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji tidak hanya menjadi proses administratif, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk deteksi dini, pengendalian faktor risiko, pengobatan, pembinaan, dan pemantauan kesehatan secara berkesinambungan," ujarnya.

Ia juga mendorong peningkatan edukasi kesehatan sebelum keberangkatan. Menurutnya, calon jemaah perlu memiliki kesiapan fisik sekaligus pengetahuan yang cukup untuk menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

Kemudian, persiapan kesehatan jemaah haji juga perlu dilakukan sejak jauh hari dan tidak hanya menjelang keberangkatan. Karena itu, hasil evaluasi 2026 diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pembinaan dan pemantauan secara berkala oleh fasilitas pelayanan kesehatan.

"Kesehatan jemaah haji perlu dipersiapkan sejak dini. Dengan deteksi dini, pembinaan berkelanjutan dan pengendalian faktor risiko, diharapkan calon jemaah haji Kabupaten Sinjai tahun 2027 memiliki kesiapan kesehatan yang lebih baik," tandasnya.(Tim Humas)