Hadiri Pesta Adat Mappogau Sihanua, Staf Ahli Bupati Harap Budaya Karampuang Makin Dikenal
SINJAI — Masyarakat adat Karampuang di Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, kembali menjalankan tradisi Mappogau Sihanua, Senin (26/10/2026). Pesta adat tahunan ini menjadi wujud rasa syukur atas hasil bumi sekaligus upaya menjaga warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Mappogau Sihanua tidak sekadar menjadi ritual adat, tetapi juga mencerminkan hubungan erat masyarakat Karampuang dengan alam, semangat gotong royong, serta penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai, H. Andi Mandasini, menjelaskan bahwa tradisi tersebut merupakan ungkapan syukur masyarakat atas hasil pertanian dan perkebunan yang diperoleh.
Menurutnya, pelaksanaan Mappogau Sihanua memiliki arti penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat adat Karampuang di tengah perkembangan zaman.
“Pelaksanaan Mappogau Sihanua telah menjadi komitmen kami untuk terus melestarikan budaya daerah, sekaligus mengusung konsep eco green sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Tradisi ini terdiri atas sejumlah tahapan yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Prosesi diawali dengan Mabbahang atau musyawarah adat, kemudian Mapaota, Mabaja-baja yang ditandai dengan kegiatan membersihkan lingkungan, Menre ribulu, Mabali Sumange, hingga Malling.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian adat tidak terlepas dari kebersamaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai itu menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Karampuang yang terus dipertahankan melalui pelaksanaan tradisi.
Selain memiliki nilai sosial dan budaya, Mappogau Sihanua juga menyimpan potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya. Tradisi ini memberikan kesempatan bagi masyarakat dari luar Karampuang untuk mengenal lebih dekat kearifan lokal dan kekayaan budaya Kabupaten Sinjai.
Staf Ahli Bupati Sinjai Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia, H. Sofwan Sabirin, mengatakan Mappogau Sihanua merupakan salah satu warisan budaya daerah yang berpotensi mendukung pengembangan pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Tradisi tersebut juga telah masuk dalam Calendar of Event Sulawesi Selatan, sehingga memiliki peluang untuk semakin dikenal oleh wisatawan dari berbagai daerah.
Di sisi lain, penerapan konsep eco green dalam pelaksanaan pesta adat menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan Karampuang agar tetap bersih dan lestari. Masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap pengelolaan sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga lingkungan di sekitar kawasan adat.
Mappogau Sihanua pun menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya tidak hanya terletak pada rangkaian ritualnya, tetapi juga pada nilai kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap alam yang terus hidup dalam masyarakat.
Melalui tradisi ini, masyarakat adat Karampuang tidak hanya merawat peninggalan leluhur, tetapi juga menjaga identitas budaya yang menjadi bagian dari kebanggaan Kabupaten Sinjai, Bumi Panrita Kitta.(Tim Humas)