Pemkab Sinjai Tetap Pertahankan Insentif Petugas Keagamaan di Tengah Tekanan Anggaran
SINJAI - Di tengah keterbatasan fiskal akibat berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai tetap meneguhkan arah kebijakan pembangunan yang menitikberatkan pada pembinaan keagamaan dan karakter generasi muda.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keberlanjutan program RAMAH Keagamaan, khususnya pemberian insentif bagi petugas keagamaan, yang hingga kini tetap dipertahankan meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 mengalami tekanan cukup signifikan.
Hal itu disampaikan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sinjai, A. Irwansyahrahi Yusuf, saat menghadiri kegiatan Wisuda Santri XII Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang diselenggarakan Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Sinjai di Tribun Alun-Alun Sinjai Bersatu beberapa waktu lalu.
Dalam sambutannya di hadapan ribuan orang tua santri dan masyarakat, Irwansyahrani mengungkapkan bahwa Pemkab Sinjai harus melakukan penyesuaian anggaran menyusul pemangkasan TKD dari pemerintah pusat yang mencapai lebih dari Rp196 miliar. Namun demikian, sektor keagamaan tetap menjadi prioritas utama.
“Sejumlah belanja kami efisiensikan, mulai dari perjalanan dinas hingga penyesuaian pembangunan infrastruktur. Tetapi insentif untuk 3.254 petugas keagamaan tidak kami kurangi. Hak mereka tetap dijaga untuk tahun 2026,” tegasnya.
Ia menambahkan, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif memandang pembinaan akhlak dan nilai spiritual sebagai investasi jangka panjang yang menentukan arah kemajuan daerah.
Menurutnya, pembangunan fisik dapat disesuaikan dengan kondisi anggaran, tetapi pembentukan karakter generasi muda tidak boleh terabaikan.
“Program di OPD banyak yang dipangkas, namun komitmen pimpinan daerah sangat jelas. Pembangunan akhlak adalah pondasi utama. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk wajah Sinjai 10 sampai 20 tahun ke depan,” ujarnya.
Kebijakan tersebut menegaskan bahwa Pemkab Sinjai tidak semata mengejar pembangunan fisik, tetapi juga berupaya menyiapkan sumber daya manusia yang berakhlak, religius, dan berdaya saing, sejalan dengan visi Sama-Samaki: Sinjai Maju, Sejahtera, Mandiri, dan Berkeadilan. (Tim Website)