Sekda Buka Bimtek, Dorong Digitalisasi Layanan Publik Melalui Srikandi dan TTE

15 Desember 2025
Humas Sinjai
Sekda Buka Bimtek, Dorong Digitalisasi Layanan Publik Melalui Srikandi dan TTE

SINJAI - Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sinjai menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Persuratan Elektronik (Srikandi) dan Tanda Tangan Elektronik (TTE), di Aula Serba Guna Dispusip Sinjai, Senin (15/12/2025) siang.

Bimtek ini dibuka langsung Sekretaris Daerah Sinjai Andi Jefrianto Asapa. Turut hadir Sekretaris Dinas, Badan, Kecamatan se-Kabupaten Sinjai serta Admin Srikandi masing-masing perangkat daerah.

Bimtek ini dilakukan tidak lain untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pelayanan publik melalui digitalisasi dokumen.

Kegiatan ini diselenggarakan mengikuti ketentuan, salah satunya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang memudahkan akses informasi publik dan dokumen resmi secara aman dan cepat.

“Bimtek ini dilakukan untuk  menciptakan kelancaran dalam persyaratan dan kearsipan secara elektronik yang efektif dan efesien dalam penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik,” ungkap Plt Sekretaris Diskominfo Usman dalam laporan panitia.

Usman juga menjelaskan bahwa aplikasi Srikandi tersebut dapat memenuhi kebutuhan pembuatan surat-menyurat dan arsip elektronik secara online, terintegrasi dan terekam pada pusat data nasional.

Sementara itu, Sekda menekankan betapa pentingnya implementasi persuratan elektronik dan penggunaan tanda tangan elektronik secara optimal, sebagai bagian dari upaya modernisasi administrasi pemerintahan.

“Esensi TTE adalah kecepatan dan fleksibilitas. Jangan sampai kita sudah punya sertifikat elektronik dari BSrE, tapi pola kerjanya masih pola manual,” ungkapnya.

Sehingga Andi Jefrianto meminta Sekretaris Dinas lebih proaktif mengingatkan pimpinannya agar rutin mengecek notifikasi surat masuk dan segera melakukan TTE, di mana pun

mereka berada. Kecuali untuk dokumen yang masih harus ditandatangani manual seperti dokumen yang berkaitan keuangan.

Terkait kearsipan, Andi Jefrianto juga mengingatkan bahwa SRIKANDI bukan sekadar alat kirim surat, namun ia adalah sistem informasi kearsipan.

“Saya harap naskah dinas bisa diklasifikasikan dengan tepat, formatnya diperbaiki, dan metadata arsipnya diisi dengan benar,” tambah Sekda.

Diharapkan lewat bimtek ini seluruh Perangkat Daerah, baik Dinas, Badan, hingga Kecamatan, dapat mengoptimalkan fitur yang ada dalam aplikasi tersebut dan menjadikan TTE sebagai budaya kerja baru, dan tertib arsip sebagai standar kinerja bagi pelayanan Pemkab Sinjai.

“Kami berharap seluruh perangkat daerah dapat mengoptimalkan teknologi ini sehingga pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya. (Tim Website)

Bagikan Berita