Sinergi Pemkab dan Baznas Hadirkan Bantuan bagi Masyarakat Pulau Sembilan
SINJAI — Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan sekaligus memastikan masyarakat di wilayah kepulauan mendapatkan akses terhadap berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sinjai saat menghadiri penyaluran bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sinjai kepada masyarakat Kecamatan Pulau Sembilan. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sinjai didampingi Staf Ahli Bupati Andi Himawan Asapa, Kepala Dinas Perhubungan Akbar, serta Camat Pulau Sembilan, serta penerima bantuan.
Sementara dalam kegiatan tersebut ketua Baznas Kabupaten Sinjai Drs. H. M. Tahir menyampaikan sejumlah bantuan, di antaranya 16 unit kasur antidecubitus bagi warga yang mengalami kondisi sakit dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbaring. Sebanyak 16 penerima bantuan tersebar di empat desa, yakni Desa Pulau Harapan 9 orang, Desa Persatuan 3 orang, Desa Padaelo 2 orang, dan Desa Buhung Pitue 2 orang.
Selain itu, Baznas juga menyalurkan bantuan zakat kepada empat orang mustahik. Bantuan lainnya berupa dukungan untuk satu masjid di Desa Persatuan, serta 40 paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat di empat desa, masing-masing sebanyak 10 paket.
Bupati Sinjai menyampaikan bahwa kehadiran Baznas di wilayah kepulauan merupakan wujud nyata kolaborasi pemerintah daerah bersama lembaga zakat dalam memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak terlewatkan dari program pemberdayaan dan bantuan.
“Kehadiran BAZNAS di tengah-tengah masyarakat Pulau Sembilan hari ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah dan lembaga zakat hadir untuk memastikan tidak ada saudara-saudara kita yang tertinggal.” ucapnya
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sinjai terus berkomitmen melakukan berbagai upaya penanggulangan kemiskinan di seluruh wilayah, termasuk Kecamatan Pulau Sembilan.
Bupati juga menyampaikan bahwa kondisi masyarakat Pulau Sembilan masih menghadapi sejumlah keterbatasan, mulai dari akses air bersih, infrastruktur hingga akses pasar yang memadai. Karena itu, intervensi pemerintah dan dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan.

Pemerintah Kabupaten Sinjai, kata Bupati, akan terus fokus pada berbagai program intervensi, di antaranya perbaikan rumah tidak layak huni, pelatihan kerja berbasis kompetensi bagi keluarga miskin, serta percepatan penurunan angka stunting melalui layanan posyandu terintegrasi.
“Kami juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS, khususnya dalam pemberian bantuan modal usaha bagi masyarakat berpenghasilan rendah, agar masyarakat dapat mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mengajak masyarakat yang telah memenuhi kewajiban zakat untuk menyalurkannya melalui lembaga resmi, sehingga pengelolaan dan pendistribusiannya dapat dilakukan secara tepat sasaran, sesuai prinsip syariah dan regulasi.
Sementara itu, Baznas Kabupaten Sinjai menegaskan akan terus memperluas sosialisasi mengenai zakat kepada masyarakat. Hal ini penting agar pemahaman masyarakat tidak hanya terbatas pada zakat fitrah, tetapi juga mencakup zakat mal, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya.
Pengelolaan ZIS tersebut selanjutnya disalurkan melalui berbagai program, meliputi bidang kemanusiaan, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dakwah dan advokasi.
Melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Sinjai dan Baznas, diharapkan pengelolaan zakat dapat semakin optimal serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk masyarakat di wilayah kepulauan.
“Untuk itu, saya berpesan agar manfaatkan bantuan ini dengan bijak, jadikan sebagai modal awal untuk membangun kemandirian ekonomi, kelola dengan penuh rasa tanggung jawab” pesan Bupati.(Tim Humas)