Staf Ahli Bupati Hadiri Tabligh Akbar dan Gerakan Mujahid Subuh di Masjid Agung Nujumul Ittihad
SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai mengapresiasi penyelenggaraan Gerakan Mujahid Subuh (GMS) yang dinilai menjadi salah satu upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan, membangun karakter masyarakat, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Sinjai.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Sinjai Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia, H. Sofwan Sabirin saat mewakili Bupati Sinjai menghadiri Tabligh Akbar dan Gerakan Mujahid Subuh yang digelar gabungan pengurus Gerakan Mujahid Subuh se-Kabupaten Sinjai bersama Pengurus Masjid Agung Nujumul Ittihad Sinjai di Masjid Agung Nujumul Ittihad, Minggu (19/7/2026) pagi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat lail, dilanjutkan kajian Subuh, kemudian Tabligh Akbar yang mengusung tema "Membangun Peradaban Umat dari Masjid untuk Kemajuan Bangsa dan Negara".
Dalam sambutannya, H. Sofwan Sabirin menegaskan bahwa Gerakan Mujahid Subuh bukan sekadar aktivitas ibadah rutin, melainkan momentum untuk membangun spiritualitas umat, mempererat tali persaudaraan, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Gerakan Mujahid Subuh bukan sekadar ibadah rutin, tetapi juga momentum membangun spiritualitas, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ini adalah cerminan kekuatan rohani umat. Jika suatu masyarakat sudah mampu meramaikan masjid di waktu Subuh, maka itulah tanda keberkahan bagi sebuah daerah," ujarnya.
Lebih lanjut, Sofwan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pengurus Masjid Agung Nujumul Ittihad Sinjai serta Koordinator Gerakan Mujahid Subuh Kabupaten Sinjai atas kolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pengurus masjid, dan elemen masyarakat merupakan langkah nyata dalam menghadirkan program-program keagamaan yang memberikan dampak positif terhadap pembangunan karakter dan peradaban umat.
Sofwan menilai tema yang diangkat dalam tabligh akbar sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Ia menegaskan bahwa masjid memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat pelaksanaan ibadah.

"Masjid bukan hanya tempat salat, tetapi juga pusat peradaban, pusat ilmu pengetahuan, dan penggerak kemajuan masyarakat. Dari masjid lahir nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat membangun bangsa," katanya.
Ia juga menekankan bahwa Gerakan Mujahid Subuh menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperluas wawasan keagamaan masyarakat.
"Melalui GMS, kita melatih kedisiplinan diri untuk melawan godaan syaitan di waktu Subuh, yang merupakan indikasi keimanan sejati. Disiplin inilah yang menjadi fondasi bagi terbentuknya sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia yang pada gilirannya akan menjadi motor penggerak kemajuan bangsa dan negara, khususnya Kabupaten Sinjai," paparnya.
Kegiatan yang diikuti jamaah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sinjai tersebut ditutup dengan kajian Subuh yang disampaikan Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Munawir Kamaluddin, yang mengajak umat Islam untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak, ilmu, dan persatuan umat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.(Tim Humas)