Terima Audiensi Warga Pakokko, Bupati Ratnawati Sampaikan Ruas Pakokko Sudah Jadi Prioritas Pemda
SINJAI - Warga yang mengatasnamakan dirinya sebagai Aliansi Masyarakat Pakokko, menemui Bupati Sinjai, guna menyampaikan aspirasi soal jalan di Dusun Pakokko, Desa Tellulimpoe, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai yang dinilai rusak parah.
Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Bupati Dra. Hj. Ratnawati Arif didampingi Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala Bappeda serta Kepala Dinas PUPR, di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Senin (4/5/2026) siang.
Bupati mengaku mengapresiai warga Pakokko yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan aman.
“Pertama-tama saya sampaikan terima kasih sudah menyampaikan aspirasi dengan baik,” ungkapnya.
Soal tuntutan perbaikan jalan, Bupati perempuan pertama di Sinjai ini menjelaskan secara detail kondisi keuangan daerah yang menjadi tantangan tersendiri di awal kepemimpinannya bersama Wabup A. Mahyanto Mazda.
Kendati demikian, Bupati mengaku tidak menutup mata atas persoalan yang dihadapi warganya. Ia berkomitmen perbaikan jalan khususnya di Dusun Pakokko menjadi prioritas Pemda.
“Sungguh sangat terbatas anggaran yang kita punya. Saya sementara getol-getolnya berkoordinasi dengan Pusat dan Provinsi. Insya Allah pelan-pelan jalan yang rusak parah akan kita perbaiki. Saya minta ini dibersamai," ungkapnya.

“Kalau ada uang, jangankan di tahun depan, tahun ini kalau ada diperubahan, prioritas pertama kita pasti ada di Pakokko,” tambahnya.
Bukan hanya berfokus pada perbaikan jalan di Dusun Pakokko, Bupati juga mengaku akan terus memprioritaskan perbaikan infrastruktur di dua ratus dusun lainnya, yang mengalami kerusakan yang sama. Begitupun di sektor krusial lainnya.
Sementara itu Kepala Dinas PUPR Haris Achmad menyampaikan sebanyak 53,43 persen jalan di Sinjai dalam kondisi rusak dan itu hampir merata di 8 Kecamatan.
“Di PUPR kami sudah susun daftar panjang skala prioritas, dan Pakokko sudah ada didalamnya, yakni Bonto Kunyi-Pakokko, Koro-Pakokko, dan Laha-Laha-Pakokko. Ini bukan karena adanya demo, tapi kami memang sudah prioritaskan,” terangnya secara jelas.
Dalam kesempatan ini, Salah satu perwakilan warga Pakokko bernama Masna juga menggambarkan parahnya kondisi jalan di dusun yang ditinggalinya. Ia mengaku kondisi tersebut telah menghambat mobilitas perekonomian dan pendidikan warga setempat.
“Mobil tidak bisa jalan. Hasil kebun kita susah dibawa ke pasar. Sebagai warga Pakokko kami sangat menderita,” ungkapnya.
Dalam penyampaian aspirasi tersebut, warga Pakokko turut didampingi oleh Camat Tellulimpoe, Algazali Farti, bersama Kepala Desa Tellulimpoe. (Tim Website)