Tongke-Tongke Bersama 64 Desa Lainnya di Indonesia Masuk dalam Program Nasional Kampung Nelayan

Tongke-Tongke Bersama 64 Desa Lainnya di Indonesia Masuk dalam Program Nasional Kampung Nelayan
Peninjauan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur.

SINJAI - Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai masuk dalam Program Nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 55 Tahun 2025, bersama 64 desa lainnya di seluruh Indonesia.

Program KNMP merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan serta pembudidaya ikan melalui pembangunan infrastruktur dan pengembangan usaha berbasis kelautan yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai, Syamsul Alam, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat kepada kabupaten Sinjai.

“Alhamdulillah, Desa Tongke-Tongke menjadi salah satu yang terpilih karena mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan dan memiliki potensi besar di sektor perikanan tangkap maupun budidaya,” ujarnya, Senin (3/11/2025) kemarin.

Syamsul menambahkan, program yang merupakan salah satu prioritas dari Presiden Prabowo Subianto ini kini sudah mulai berjalan, khususnya pada tahap pembangunan infrastruktur fisik di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Maroanging.

Beberapa fasilitas yang sedang dibangun antara lain gudang pendingin ikan (cold storage), pabrik es, perbaikan sarana tempat labuh, kios nelayan, sentra kuliner, serta bantuan perahu bagi nelayan. Seluruh fasilitas tersebut nantinya akan dikelola melalui Koperasi Merah Putih di Desa Tongke-Tongke.

“Pembangunan fisik saat ini tengah berjalan dan ditargetkan rampung tahun ini. Kami berharap seluruh sarana yang dibangun dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syamsul berharap kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih dapat menjadikan kawasan TPI Maroanging tidak hanya sebagai pusat aktivitas nelayan, tetapi juga sebagai pusat ekonomi kreatif maritim yang mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

“Kami optimistis program ini akan memberikan multiplier effect bagi warga, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta menggerakkan perekonomian masyarakat," pungkasnya. (Tim Website)

Bagikan Berita