Wabup Sinjai Bahas Pembangunan Irigasi dan Embung dengan PSDA Sulsel
SINJAI - Wakil Bupati (Wabup) Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Astina Abbas, di Kantor PSDA Sulsel, Makassar, Senin (8/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah rencana pembangunan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Sinjai. Fokus utama pembahasan adalah percepatan pembangunan irigasi Kalamisu serta irigasi Appareng I dan Appareng II yang dinilai penting untuk mendukung sektor pertanian.
“Tadi kita telah melakukan pertemuan dengan Ibu Kadis PSDA terkait perencanaan pembangunan, yaitu yang pertama masalah percepatan pembangunan irigasi Kalamisu, dan irigasi Appareng, baik Irigasi Appareng I maupun Appareng II. Kedua irigasi ini sangat vital bagi produktivitas pertanian di Sinjai,” kata Andi Mahyanto.
Selain irigasi, Pemkab Sinjai juga mengusulkan pembangunan tiga unit embung yang tersebar di dua kecamatan, yakni dua unit di Kecamatan Tellulimpoe dan satu unit di Kecamatan Sinjai Barat.
“Pembangunan embung telah kita siapkan di tiga lokasi, yaitu dua unit di Kecamatan Tellulimpoe dan satu unit di Kecamatan Sinjai Barat. Embung-embung ini diharapkan dapat mendukung ketahanan air bagi lahan pertanian dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurut Andi Mahyanto usulan yang disampaikan mendapat respons positif dari Dinas PSDA Sulsel. Ia berharap perencanaan pembangunan irigasi yang telah dibahas dapat segera direalisasikan.
“Alhamdulillah, Ibu Kadis menerima dengan baik, bahkan berterima kasih atas kedatangan kita, karena pertemuan seperti ini menunjukkan adanya sinergi informasi dan penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Insyaallah, dalam waktu dekat perencanaan pembangunan irigasi Kalamisu dan irigasi Appareng dapat segera dikerjakan di tahun ini,” jelasnya.
Dalam audiensi tersebut, Wabup Sinjai juga menyampaikan aspirasi masyarakat nelayan terkait perlunya pengerukan muara Sungai Tangka yang menjadi akses kapal nelayan menuju Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Lappa.
“Kami sampaikan tentang pengerukan muara Sungai Tangka sebagai jalur kapal nelayan yang masuk di PPI Lappa. Ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya nelayan, karena muara sudah semakin dangkal sehingga akses kapal nelayan menjadi sempit dan mengganggu aktivitas melaut,” tambahnya.
Pemkab Sinjai akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pihak terkait agar berbagai program pembangunan infrastruktur sumber daya air tersebut dapat segera terwujud dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani dan nelayan. (Tim Website)