Wabup Sinjai Dorong Dapur MBG Prioritaskan Produk Lokal untuk Perkuat Ekonomi Petani dan UMKM
SINJAI – Setelah diterima Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif di Rumah Jabatan Bupati pada Sabtu (1/8/2026), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Kabupaten Sinjai kembali melanjutkan agenda silaturahmi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui audiensi bersama Wakil Bupati Sinjai, A. Mahyanto Mazda di ruang kerja Wakil Bupati, Senin (3/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Gapembi dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus membahas berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan program di Kabupaten Sinjai.
Ketua DPD Gapembi Kabupaten Sinjai, Ichi Ariestutie, menyampaikan bahwa audiensi ini tidak hanya mempererat koordinasi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi terkait berbagai kendala yang dihadapi mitra dan pengelola dapur MBG di daerah.
Menurutnya, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah perlunya peningkatan koordinasi antara Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Sinjai dengan para mitra serta pengelola dapur MBG.
"Kami berharap ke depan terbangun sinergi yang lebih baik antara Korwil BGN, mitra, dan pemilik dapur sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Sinjai dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.
Selain itu, Gapembi juga kembali memaparkan peran organisasi sebagai wadah yang menghimpun pengusaha mitra dapur, pelaku UMKM penyedia bahan baku, serta tenaga ahli gizi yang siap berkolaborasi menyukseskan program strategis nasional tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sinjai, A. Mahyanto Mazda menegaskan pentingnya memberdayakan potensi lokal dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dapur MBG. Ia berharap seluruh dapur yang beroperasi di Kabupaten Sinjai dapat memprioritaskan penggunaan hasil produksi petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal.
"Saya tekankan agar kebutuhan bahan baku yang diperlukan setiap dapur, seperti beras, telur, ayam, sayur-sayuran hingga buah-buahan lokal, diupayakan berasal dari Sinjai. Dengan begitu, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membantu pemasaran hasil pertanian dan peternakan masyarakat kita," katanya.

Menurutnya, Kabupaten Sinjai memiliki potensi pertanian yang sangat besar dan mampu memenuhi kebutuhan dapur MBG. Produksi sayur-sayuran dari Kecamatan Sinjai Barat maupun wilayah lainnya, termasuk telur, ayam, beras, serta buah lokal seperti pisang cavendish, dinilai memiliki kualitas yang baik dan layak menjadi pemasok utama program tersebut.
Wakil Bupati juga menanggapi anggapan bahwa pengadaan bahan baku untuk Program MBG selalu berorientasi pada harga termurah. Menurutnya, pertimbangan harga memang menjadi bagian dari aktivitas usaha, namun hal tersebut tidak boleh mengabaikan kepentingan masyarakat lokal.
"Memang setiap pelaku usaha tentu mencari harga yang kompetitif. Tetapi kalau selisih harganya tidak jauh, saya berharap produk-produk lokal Sinjai tetap menjadi pilihan utama. Ini adalah bentuk keberpihakan kepada petani, peternak, dan pelaku UMKM kita agar mereka juga merasakan manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis," tegasnya.
Ia optimistis, apabila kebutuhan dapur MBG dipenuhi dari hasil produksi lokal, maka program ini akan memberikan dampak ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah melalui pemberdayaan sektor pertanian, peternakan, dan UMKM.
Selain membahas penguatan kolaborasi dan pemanfaatan produk lokal, DPD Gapembi Kabupaten Sinjai juga menyampaikan kesiapan pelaksanaan pelantikan pengurus yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Agustus 2026 di Command Center Kabupaten Sinjai.
Menutup pertemuan tersebut, Wakil Bupati mengapresiasi komitmen Gapembi dalam membangun sinergi bersama pemerintah daerah. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus menjadikan program tersebut sebagai pengungkit kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sinjai.(Tim Humas)