Bupati dan Wabup Sinjai Hadiri Penutupan Pasar Rakyat Merdeka Jilid II
SINJAI – Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif didampingi Wakil Bupati Sinjai, A. Mahyanto Mazda menghadiri sekaligus menutup secara resmi Pasar Rakyat Merdeka Jilid II Tahun 2026 dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Alun-Alun Sinjai Bersatu, Sabtu (12/9/2026) malam.
Kegiatan yang digelar Himpunan Pedagang Pasar Sentral Sinjai (HPS2) tersebut berlangsung selama 23 hari, sejak 21 Agustus hingga 12 September 2026. Pasar rakyat ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM dan pedagang dari dalam maupun luar daerah untuk memasarkan produk sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Ketua HPS2, H. Agus Salim, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan. Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil kalkulasi panitia bersama para pedagang, perputaran dana selama kegiatan, tidak termasuk transaksi pada malam penutupan, mencapai sekitar Rp1,7 miliar.
“Ini peningkatan yang terbesar daripada Pasar Rakyat Merdeka yang pertama. Kali ini ada sekitar 114 tenant yang terisi,” ungkapnya. Ia menambahkan, tingginya partisipasi pedagang menunjukkan besarnya daya tarik Sinjai sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan.
Sementara itu, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada HPS2 yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan jumlah tenant dari sekitar 60–70 peserta pada awal kegiatan hingga mencapai lebih dari 100 tenant menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Pasar Rakyat Merdeka.

Bupati menegaskan, UMKM merupakan salah satu ujung tombak perekonomian daerah. Kehadiran berbagai produk kuliner, kerajinan tangan hingga produk pertanian dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana perdagangan, tetapi juga menjadi representasi potensi dan identitas ekonomi Kabupaten Sinjai.
“Pasar rakyat ini adalah bukti bahwa dari pasar tradisional, kita bisa membangun mimpi besar untuk peningkatan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Menurut Bupati, aktivitas selama 23 hari tersebut turut memberikan dampak terhadap sektor ekonomi lainnya. Kehadiran pengunjung menggerakkan pedagang kaki lima, jasa transportasi, UMKM kuliner dan berbagai sektor informal di sekitar Alun-Alun Sinjai Bersatu.
Ia berharap Pasar Rakyat Merdeka tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari identitas ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Sinjai, kata dia, berkomitmen terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui pelatihan, akses permodalan dan fasilitasi promosi.
Bupati juga mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan memanfaatkan platform digital guna memperluas pangsa pasar. Dengan demikian, produk lokal Sinjai tidak hanya mampu bersaing di pasar daerah, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas.

“Mari kita dukung produk-produk lokal, bangkitkan UMKM, dan jadikan Sinjai sebagai lumbung ekonomi yang kuat dan mandiri. Saya yakin jika masyarakat berdaya dan pasar berdaya, maka masyarakat akan lebih sejahtera,” tutur Bupati Ratnawati.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif secara resmi menutup Pasar Rakyat Merdeka Jilid II Tahun 2026. Penutupan tersebut turut dirangkaikan dengan penyerahan piala bergilir dan piala tetap kepada para pemenang kegiatan. Bupati juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Komunitas Sound System Kabupaten Sinjai yang ke-6.
“Pasar Rakyat Merdeka sebentar lagi akan kita tutup, tetapi semangat yang lahir di sini tidak boleh padam. Dari Sinjai, dari pasar rakyat, dari tangan-tangan UMKM, kita bangun kemandirian ekonomi yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Sinjai, perwakilan Forkopimda, jajaran kepala OPD, Camat Sinjai Utara, para lurah se-Kecamatan Sinjai Utara, para pelaku UMKM, serta tamu undangan lainnya.(Tim Humas)