Ditutup Asisten III, Puluhan Perawat di Sinjai Rampungkan Pelatihan PPGD
SINJAI - Pelatihan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) angkatan ke-2 yang digelar Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sinjai bekerjasama Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Sulsel, resmi ditutup Minggu (12/4/2026) sore.
Penutupan dilakukan langsung Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai, Andi Ariany Djalil, di Ruang Pertemuan Lantai 2 IGD RSUD Sinjai.
Dalam sambutannya, Andi Ariany Djalil menekankan betapa krusialnya output dari pelatihan ini dalam dunia medis.
Menurutnya, kemampuan perawat dalam memberikan pertolongan yang cepat dan tepat kepada pasien adalah kunci utama dalam situasi darurat. Hal ini mengingat ketepatan sasaran dalam penanganan awal sangat menentukan tingkat keberlangsungan hidup seseorang.
“Kami sangat mengapresiasi pelatihan ini. Kita ingin output pelatihan ini benar-benar terimplementasi saat menolong sesama, sehingga dapat berbuah pada pencegahan kecacatan dan menekan angka kematian lebih lanjut,” ungkap Andi Ariany yang juga Ketua DPD PPNI Kabupaten Sinjai.
Lebih lanjut, Andi Ariany berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi seremoni semata, melainkan menjadi pemantik bagi para perawat untuk terus mengasah kompetensi klinisnya.
Ia ingin para alumni pelatihan angkatan ke-2 ini menjadi garda terdepan yang responsif dan tangguh dalam menghadapi berbagai skenario kegawatdaruratan di fasilitas kesehatan masing-masing.
"Harapan kita, para peserta kembali ke unit kerja dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi dan standar pelayanan yang lebih baik. Kecepatan bertindak harus dibarengi dengan ketepatan prosedur," harapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua HIPGABI Sulsel, perwakilan manajemen RSUD Sinjai, serta jajaran pengurus DPD PPNI Kabupaten Sinjai. (Tim Website)