Hadiri Harlah PMII, Kepala Kesbangpol Sinjai Dorong Aksi Nyata Lindungi Generasi Muda

18 April 2026
Humas Sinjai
Hadiri Harlah PMII, Kepala Kesbangpol Sinjai Dorong Aksi Nyata Lindungi Generasi Muda

SINJAI – Bupati Sinjai yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sinjai, Akbar Juhamran menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dirangkaikan dengan kegiatan “NGOPI” (Ngobrol Problematika Sinjai), Sabtu (17/04/2026) malam.

Kegiatan yang digelar oleh Pimpinan Cabang (PC) PMII Kabupaten Sinjai di Cafe Titik Kota tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, para ketua dan pengurus PMII masa khidmat 2025–2026, sesepuh, alumni, kader PMII se-Kabupaten Sinjai, orgamisasi Kepemudaan serta mahasiswa dan generasi muda.

Dalam sambutannya, Akbar Juhamran menyampaikan bahwa peringatan Harlah PMII ke-66 bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk mendorong aksi nyata, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Momentum ini adalah panggilan sejarah bagi kader PMII untuk terus bergerak dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, daerah, dan umat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi inisiatif PC PMII Sinjai yang menggelar diskusi “Ngobrol Problematika Sinjai” dengan mengangkat tema “Aksi Nyata PMII untuk Indonesia, Menyelamatkan Generasi Sinjai dari Darurat Asusila”.

Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana generasi muda menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari maraknya konten negatif, pergaulan bebas, hingga kasus asusila yang kian mengkhawatirkan.

“Ini adalah alarm bagi kita semua. Jika generasi muda tidak kita selamatkan, maka masa depan daerah dan bangsa akan terancam,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong PMII sebagai organisasi yang berlandaskan nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan untuk mengambil peran strategis dalam upaya penyelamatan generasi muda.

Beberapa langkah konkret yang diharapkan antara lain penguatan literasi digital, edukasi seksualitas yang komprehensif berbasis nilai agama dan kearifan lokal, serta pembentukan relawan perlindungan anak dan remaja di setiap kecamatan.

Selain itu, PMII juga diharapkan dapat mengembangkan kegiatan positif seperti penguatan masjid kampus, sanggar seni, dan ruang olahraga yang inklusif bagi generasi muda.

Pemerintah Kabupaten Sinjai, lanjutnya, menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan PMII dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada keselamatan generasi, mulai dari pengawasan lingkungan, pendidikan karakter, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan asusila.

“Setelah diskusi ini, saya berharap tidak berhenti pada wacana, tetapi melahirkan aksi nyata. Menyelamatkan satu generasi berarti menyelamatkan masa depan bangsa,” pungkasnya.

Di akhir sambutannya, ia mengucapkan selamat memperingati Harlah ke-66 PMII dan berharap organisasi tersebut terus bergerak, berkarya, serta menjaga moralitas bangsa. (Tim Website)