Kepala Bappeda Sinjai Buka Humanistik Debate Competition Season 2

13 April 2026
Humas Sinjai
Kepala Bappeda Sinjai Buka Humanistik Debate Competition Season 2

SINJAI – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sinjai, Haerani Dahlan, secara resmi membuka ajang Humanistik Debate Competition Season 2 yang berlangsung di Gedung Arsip Perpustakaan Daerah, Senin (13/04/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Sinjai (HUMANISTIK FISIPHUM UMSI) ini diikuti oleh delegasi dari 7 perguruan tinggi. Para peserta siap bertarung gagasan untuk memperebutkan gelar juara dalam kompetisi yang kini telah memasuki musim kedua tersebut.

​Ketua Umum HUMANISTIK FISIPHUM UMSI, Muh. Adam Syah, dalam laporannya menyampaikan bahwa HDC Season 2 dirancang sebagai ruang konsolidasi intelektual bagi mahasiswa.

Ia menegaskan pentingnya mendorong lahirnya gagasan-gagasan kritis dan solutif dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan yang kian kompleks.

​Sementara itu, Kepala Bappeda Haerani Dahlan dalam sambutannya, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ruang-ruang intelektual yang diinisiasi oleh keluarga besar FISIPHUM Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi).

Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mencetak kader pemimpin yang berkualitas bagi masa depan daerah dan bangsa.

​"Saya rasa debat ini bukan sekadar adu argumentasi, melainkan laboratorium bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan yang kritis, logis, dan beretika," ujarnya.

​Mengangkat tema "Generasi Muda: Katalis Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045", Haerani mengingatkan bahwa target menjadi negara maju pada satu abad kemerdekaan nanti sangat bergantung pada peran pemuda sebagai penggerak utama.

Ia menekankan bahwa mahasiswa adalah kunci untuk membawa Indonesia lepas dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

​"Indonesia memiliki target besar pada tahun 2045 untuk menjadi negara maju. Pertanyaannya, siapa penggeraknya? Jawabannya sangat jelas, solusinya ada pada saudara sekalian selaku generasi muda," imbuhnya.

​Lebih lanjut, ia menyoroti melimpahnya sumber daya muda di Kabupaten Sinjai yang dikenal kreatif dan dinamis. Namun, ia mengingatkan agar potensi besar tersebut tidak sekadar menjadi angka statistik, melainkan harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis dan inovatif.

​Haerani menjelaskan bahwa inovasi yang dibutuhkan daerah saat ini tidak melulu soal teknologi tinggi, melainkan cara-cara baru dalam menyelesaikan persoalan mendasar di masyarakat. Hal ini mencakup penanganan masalah sampah, optimalisasi pemasaran produk pertanian lokal Sinjai, hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

​Menutup arahannya, Kepala Bappeda berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dan etika berkomunikasi. Ia berharap gagasan yang lahir dalam kompetisi ini dapat ditransformasikan menjadi aksi nyata.

​"Jangan biarkan ide cemerlang hanya berhenti di atas panggung debat. Sampaikan, tularkan, dan wujudkan di lingkungan kampus serta masyarakat, terutama demi kemajuan Kabupaten Sinjai di masa yang akan datang," pungkasnya. (Tim Website)