Sekda Pimpin Monev Optimalisasi PAD, Dorong Penguatan Strategi Peningkatan Pendapatan Daerah
SINJAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terus memperkuat langkah dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) oleh Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi (monev) realisasi PAD hingga 31 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Sinjai, dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, Kamis (6/8/2026).
Monev tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai Drs. Janwar, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Andi Adeha Syamsuri, serta pimpinan dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD.
Selain mengevaluasi capaian PAD per Juli 2026, rapat juga membahas rencana penyesuaian target PAD pada APBD Perubahan 2026 serta penyusunan target pokok PAD Tahun Anggaran 2027.
Kepala Bapenda Sinjai, Andi Adeha Syamsuri, mengungkapkan bahwa realisasi PAD hingga 31 Juli 2026 telah mencapai Rp74 Miliar lebih atau sekira 64,31 persen dari target yang ditetapkan.
Menurutnya, berbagai inovasi terus didorong untuk mengoptimalkan penerimaan daerah, termasuk pemanfaatan sistem pembayaran non tunai guna mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas pemungutan pendapatan.
“Sekarang kita mendorong digitalisasi pembayaran dengan sistem non tunai, bisa melalui kanal QRIS maupun kanal lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa menegaskan bahwa seluruh OPD penghasil PAD harus terus mempercepat kinerja agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai hingga akhir tahun.
"Bagi OPD yang capaiannya masih di bawah 50 persen, perlu dilakukan langkah-langkah percepatan yang nyata. Saya juga ingin mengingatkan jangan hanya fokus mengejar angka, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan semakin maksimal," tegasnya.
Ia mengajak seluruh OPD penghasil PAD untuk segera menyusun rencana aksi yang terukur sebagai langkah percepatan hingga akhir Desember 2026.
"Tidak ada lagi alasan untuk tidak mencapai target. Saya percaya seluruh OPD mampu memenuhi target yang telah ditetapkan. Mari bekerja lebih inovatif agar target PAD dapat tercapai sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," pungkasnya.
Monev ini juga dilakukan untuk mengetahui kendala pemungutan retribusi yang menjadi sumber PAD untuk kemudian menyusun langkah strategis demi meminimalisir kendala tersebut.(Tim Humas)