Ketua TP-PKK Sinjai Dorong Kader PKK Aktif Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan TPPO

04 November 2026
Humas Sinjai
Ketua TP-PKK Sinjai Dorong Kader PKK Aktif Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan TPPO

SINJAI – Tim Penggerak PKK Kabupaten Sinjai mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan terhadap perempuan (KTP) dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui penguatan ketahanan keluarga. 

Ajakan tersebut disampaikan Ketua TP-PKK Kabupaten Sinjai, Rozalina A. Mahyanto, dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan KTP dan TPPO melalui Program Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis (KISAH) di Gedung PKK Sinjai, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB)  Sinjai ini diikuti Ketua dan pengurus Pokja I Tim Penggerak PKK Sinjai.

Rozalina mengatakan, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Karena itu, kader PKK diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya membangun hubungan keluarga yang harmonis, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan.

Ia menjelaskan, melalui Program KISAH, terdapat empat hal yang perlu diperkuat dalam keluarga, yaitu keagamaan, komunikasi, kesetaraan, dan pengelolaan emosi. Keempat aspek tersebut diharapkan dapat membangun hubungan keluarga yang lebih baik serta mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

Selain itu, kader PKK juga diharapkan ikut mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma atau menyalahkan korban kekerasan, serta mendorong keberanian korban untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.

Dalam kesempatan tersebut, Rozalina juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap berbagai modus perdagangan orang. Di antaranya tawaran pekerjaan ke luar negeri dengan gaji tinggi, beasiswa fiktif, perantara perkawinan, hingga program magang palsu atau ferienjob.

Melalui Program Keluarga Indonesia Anti-Trafficking (KIAT), keluarga diharapkan lebih memahami bahaya perdagangan orang dan mampu mengenali berbagai modus yang dapat mengancam keselamatan anggota keluarga.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang beredar di media sosial dan memastikan legalitas perusahaan penempatan pekerja migran sebelum menerima tawaran bekerja.

“Jangan mudah tergiur dengan tawaran instan yang beredar di media sosial. Keluarga harus memiliki pengetahuan dan kewaspadaan agar tidak menjadi korban praktik perdagangan orang,” pesannya.

ia berharap para kader PKK dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut kepada masyarakat di lingkungan masing-masing, sehingga upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan perdagangan orang dapat dilakukan secara bersama-sama.(Tim Humas)