Literasi Berbasis Inklusi Sosial, Perayaan Hari Buku Diisi Pasar Murah dan Pameran Buku
SINJAI - Literasi yang kini berbasis inklusi sosial bukan lagi sebatas membaca, menghitung dan menulis saja. Lebih dari itu, literasi bisa menyentuh berbagai sektor kehidupan termasuk ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Hal itu tercermin dengan adanya Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sinjai khususnya Dinas Ketahanan Pangan bersama Panrita Literasi Institute serta Bulog, dalam perayaan Hari Buku Internasional, Kamis (23/4/2026).
Pasar murah menjadi salah satu rangkaiannya, berpusat di Halaman Kampus UIAD Sinjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Sinjai Utara.
Ketua Panrita Literasi Institute, Mirfayani Mirsal mengatakan kegiatan ini bukan sekadar perayaan literasi saja tapi juga bentuk kepedulian sosial.
“Kami ingin hadir membantu masyarakat agar bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih murah,” ungkapnya.

Gerakan pangan murah ini menjadi upaya konkret untuk meringankan beban masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasaran.
kegiatan ini diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang terjangkau, sehingga kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi secara layak.
Beragam kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan ini, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, hingga komoditas dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat.
Kehadiran Gerakan Pangan Murah ini pun mendapat respons positif dari warga yang berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan. Hal itu ditandai dengan antusiasnya mereka berbelanja sejak pagi hari.
Selain pasar murah, perayaan hari buku kali ini juga dirangkaikan dengan pameran buku anak yang menyediakan sekira 5 ribu referensi bacaan, festival jajanan lokal, pemeriksaan kesehatan, dan kegiatan inisiatif lainnya, yang rencananya akan berlangsung hingga Minggu mendatang. (Tim Website)