Tekan Risiko Penyebaran, Dinas Peternakan Sinjai Lakukan Disinfeksi dan Isolasi Ayam

Tekan Risiko Penyebaran, Dinas Peternakan  Sinjai Lakukan Disinfeksi dan Isolasi Ayam

SINJAI - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai langsung melakukan penanganan terhadap kematian massal ayam warga di sejumlah wilayah Kecamatan Sinjai Utara. 

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko penyebaran penyakit sekaligus memastikan penyebab kematian ayam.

Penanganan dilakukan melalui penyemprotan disinfektan pada kandang yang terdampak, penerapan biosekuriti, serta isolasi terhadap ayam yang masih hidup. Peternak juga dianjurkan memberikan multivitamin untuk membantu menjaga daya tahan tubuh ayam.

Kepala DPKH Sinjai, Syamsul Alam mengatakan kasus kematian ayam dilaporkan terjadi di Kelurahan Bongki, Lappa, Balangnipa, dan Biringere. Hingga Sabtu (3/10/2026), belum ada laporan kasus serupa dari kecamatan lain.

“Lokasi tertular yang menyebabkan kematian massal pada ayam berada di Sinjai Utara, yakni Bongki, Lappa, Balangnipa, dan Biringere. Sampai saat ini belum ada laporan dari kecamatan lain,” jelasnya.

Untuk mengetahui penyebab kematian ayam, DPKH Sinjai telah mengambil sampel dan mengirimkannya ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar pada 5 atau 6 Oktober 2026.

“Pengambilan sampel sudah dilakukan dan telah dikirim ke BBVet Maros. Hasilnya diperkirakan pada 5 atau 6 Oktober,” kata Syamsul.

Selain penanganan di lokasi, DPKH mengimbau peternak agar tidak membuang bangkai ayam sembarangan. Bangkai ayam dianjurkan dikubur atau dibakar untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.

“Bangkai ayam harus dikubur atau dibakar, jangan dibuang sembarangan untuk menghindari penyebaran penyakit,” tegasnya.

Syamsul juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada UPTD atau petugas peternakan terdekat jika menemukan kematian ayam dalam jumlah tidak wajar, sehingga dapat segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan.(Tim Humas)