PUPR Sinjai Gandeng Balai Jasa Konstruksi, Buka Pelatihan Fasilitator Teknis Gratis
SINJAI – Masyarakat Kabupaten Sinjai yang ingin meningkatkan keterampilan di bidang pembangunan infrastruktur mendapat kesempatan mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Fasilitator Teknis dalam Pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat Level 6.
Pelatihan yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sinjai bersama Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar ini tidak dipungut biaya alias gratis.
Namun, kesempatan tersebut terbatas. Peserta yang dapat mengikuti pelatihan hanya 35 orang dan pendaftaran dibuka hingga 12 Oktober 2026.
Kepala Dinas PUPR Sinjai, H. Haris Achmad, mengatakan pelatihan ini dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin menambah kompetensi sekaligus berkiprah sebagai tenaga teknis pendamping masyarakat dalam pembangunan di daerah.
“Pelatihan ini diperuntukkan bagi masyarakat Sinjai yang berminat menjadi tenaga teknis pendamping masyarakat untuk kegiatan pembangunan di daerah,” kata Haris, Rabu (7/10/2026).
Pelatihan berlangsung selama tiga hari. Tahap pembelajaran secara daring dijadwalkan pada 20-21 Oktober 2026, kemudian dilanjutkan dengan uji sertifikasi secara luring pada 22 Oktober 2026.
Untuk kegiatan luring, pelaksanaan dijadwalkan berlangsung di Aula Dinas PUPR Kabupaten Sinjai.
Menurut Haris, peserta nantinya mendapat kesempatan meningkatkan kapasitas dan kompetensi sebagai fasilitator teknis dalam pembangunan berbasis masyarakat.
“Jumlah peserta dibatasi 35 orang. Karena itu, masyarakat yang berminat diharapkan segera mendaftarkan diri,” ujarnya.
Pendaftaran dilakukan melalui tautan yang telah disiapkan penyelenggara. Persyaratan dan mekanisme pendaftaran dapat dilihat melalui informasi pendaftaran yang tersedia.
Haris berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan masyarakat Sinjai, khususnya mereka yang memiliki minat di bidang teknis pembangunan, untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang keterlibatan dalam pembangunan infrastruktur di daerah.
“Ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan mengambil peran sebagai tenaga teknis pendamping dalam pembangunan berbasis masyarakat,” pungkasnya.(Tim Humas)